2 Strategi Pajak Untuk Seimbangkan Keuntungan Finansial Bisnis UKM Mandiri

2 Strategi Pajak Untuk Seimbangkan Keuntungan Finansial Bisnis UKM Mandiri

smconsult – Pebisnis atau penguasa yang baik dan taat pajak akan selalu rajin untuk membayar dan melaporkan pajak dengan tepat waktu. Maka dari itu, sebelum ditumembuka usaha secara mandiri, pebisnis atau pengusaha dituntut untuk menyusun strategi serta menejemen pajak. Cara ini diyakini dapat membantu meningkatkan efisiensi kinerja juga membantu mengurangi beban pajak yang akan dibayarkan.

Manajemen pajak memiliki pengertian dan aplikasi yang berbeda dari manipulasi data pajak, di mana dalam melakukan strategi penyusunan pajak Anda akan mengusahakan supaya beban pajak berada dalam nominal minimal, namun masih sama dengan regulasi perpajakan. Simak beberapa strategi pajak berikut ini yang bisa diterapkan untuk mengatur finansial bisnis di UKM yang Anda kelola:

Prioritaskan Keseimbangan Pajak

Semuanya bermula dari niatan Anda untuk menempatkan keseimbangan pajak di atas segalanya termasuk prioritas utama dalam menjalankan perusahaan. Jika Anda melakukan perencanaan pajak tradisional biasanya Anda akan menghadapi percepatan kredit selagi Anda menunda pemasukan, sebagian besar pembayar pajak akan melakukannya dengan bayar langsung (cash). Dengan mempercepat pembayaran selama menunda pembayaran pemasukan secara tidak langsung Anda akan meningkatkan posisi pajak dalam kurun waktu setahun.

Tax Saving Serta Tax Avoidance

Apa yang dimaksud dengan Tax Saving? Tax saving adalah upaya efisiensi beban pajak dari pemilihan alternative pajak yang tarifnya lebih rendah. Contohnya, bila sebuah perusahaan yang memiliki pendapatan kena pajak sekitar Rp. 100 juta bisa melakukan perubahan pemberian natura karyawan hingga menjadikannya sebagai tunjangan dalam bentuk uang. Maka, penghematan pajak tersebut akan mengalami perubahan di antara 5%-25% di mana untuk penghasilan karyawannya mencapai Rp. 200 juta. Sementara itu, yang dimaksud dengan tax avoidance merupakan upaya untuk mengefisiensi beban pajak dengan cara menghindari pengenaan pajak dari transaksi yang tidak termasuh objek pajak, seperti bisnis UKM yang telah mengalami kerugian di mana perlu mengubah tunjangan karyawan yang bentuknya uang menjadi natura, kondisi bisa saja dilakukan karena natura bukanlah objek pajak penghasilan berdasarkan pasal 21.

Sebenarnya masih ada beberapa stategi pajak menarik yang bisa meringankan beban pajak Anda, seperti selalu mencoba menghindari pelanggaran dari aturan ketat perpajakan.